Minggu, 23 Agustus 2009

Dihadang Warga karena Berjenggot dan Bercadar

KOMPAS.com-Minggu, 23 Agustus 2009

Sial nian nasib suami-istri Daud dan Kasitri. Hanya gara-gara berjenggot dan bercadar, keduanya dihadang dan diinterogasi habis-habisan oleh sejumlah warga seusai bersembahyang di Masjid Al Barokah Kampung Kedinding, Desa Kibin, Kecamatan Kibin, Kabupaten Serang, Banten, Rabu (19/8) malam lalu. Bahkan, keduanya sempat dibawa ke markas polisi.

Peristiwa itu berawal saat pasangan Daud-Kasitri beserta kedua anaknya menumpang bus dari Bekasi, Jawa Barat. Keluarga itu hendak pulang ke rumahnya di Balaraja, Kabupaten Tangerang. Rencananya, mereka akan turun di dekat pintu Tol Balaraja Barat. Namun, sopir bus yang mereka tumpangi tidak mau berhenti karena saat itu ada petugas patroli jalan raya (PJR).

Bus terus melaju ke arah Merak dan baru berhenti di terowongan tol di Kampung Kedinding, Kibin. Rombongan keluarga itu kemudian menuju Masjid Al Barokah karena hari sudah petang. Mereka datang ke masjid untuk bersembahyang dan beristirahat, sebelum melanjutkan perjalanan kembali ke Balaraja.

Seusai menjalankan shalat magrib, tiba-tiba warga berkerumun dan menghadang Daud dan Kasitri. Warga kemudian menginterogasi keduanya karena mereka mengira keduanya anggota jaringan teroris.

Kecurigaan itu muncul lantaran warga melihat Daud yang berjenggot mengenakan baju koko dengan celana panjang menggantung serta peci di kepalanya. Sementara Kasitri mengenakan gamis panjang dengan jilbab lebar, lengkap dengan cadar yang menutupi separuh wajahnya. Warga bertambah curiga lantaran keduanya membawa tas berukuran besar. Warga mengira tas yang dibawa keluarga itu berisi bom.

Bukan hanya warga, Sekretaris Desa Kibin Juhdi pun sampai turun tangan. Ia turut mencecar pertanyaan kepada Daud yang terus mengelak tuduhan warga.

Meski sudah menunjukkan kartu tanda penduduk (KTP), keduanya tetap dicecar pertanyaan oleh warga. Tidak berapa lama, polisi datang dan membawa mereka ke Markas Kepolisian Sektor (Polsek) Cikande. Pasangan suami-istri itu kembali diperiksa oleh petugas Polsek.

Di sana, keduanya kembali memperlihatkan KTP yang dimiliki. Setelah berhasil meyakinkan polisi, barulah Daud, Kasitri, dan kedua anaknya diperbolehkan pulang ke Balaraja.

Kepala Polsek Cikande Ajun Komisaris Budhi Bathara menyesalkan tindakan warga. Menurut dia, tak seharusnya Daud dan Kasitri mendapatkan perlakuan seperti itu. ”Mereka bukan teroris. Mereka benar-benar warga Balaraja dan memiliki kartu identitas yang sah,” kata Budhi.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar